Showing posts with label Ya Rabbi. Show all posts
Showing posts with label Ya Rabbi. Show all posts

Sunday, June 16, 2013

Aifa Baraqah Enterprise

Nama Syarikat: Aifa Baraqah Enterprise

Nombor Pendaftaran: (SA0254245-P)

Jenis Perniagaan: Pembekal buku-buku ilmiah, pembekal dan penjual produk makanan sunnah, pusat latihan dan bimbingan keusahawanan

Alamat Perniagaan: No 25, Jalan 4, Taman Delima, 43000 Kajang, Selangor, Malaysia

No Telefon: 019-3703764 / 0133088148

Tarikh Mula Perniagaan: 15 Mac 2013

Email: aifabaraqah@gmail.com

Status Syarikat: 100% Bumiputera dan Muslim

Nama Bank: Bank Islam (Kajang) 12092010038539, CIMB (Shah Alam) 12050002582105

Jenis Perniagaan: Perkongsian

Nama Pemilik: Nur Ain Binti Airil & Siti Fadilah Binti Mohd Isa

Logo Aifa Baraqah Enterprise


PERKEMBANGAN TERKINI SYARIKAT

Program Wakaf Q Ramadhan 1434H

Program Wakaf Quran semperna bulan Ramadhan 1434H di UiTM Shah Alam anjuran Aifa Baraqah Enterprise dengan kerjasama MPP UiTM Shah Alam sesi 2012/2013.

Quran yang digunakan adalah tafsir quran yang mempunyai terjemahan agar pembaca memahami isi kandungan ayat suci quran. Jadi, pahala wakaf akan berterusan diterima selagi mana pembaca itu membaca, memahami, menghayati dan mengamalkan ayat2 dalam kitab suci al-quran tersebut!

Quran tersebut juga terdapat dalam pelbagai variasi warna, mesra pengguna dan ditampilkan dengan saiz kompak, mudah dipegang. Ciri-ciri ini sedikit sebanyak menarik minat mahasiswa & warga UiTM untuk membacanya.

Keunikan program wakaf quran ini adalah ia lengkap dengan sistem penomboran pada muka depan quran bagi memudahkan pewakaf menjejaki al-quran yang telah diwakafkan atas nama mereka. Juga akan diletakkan nama pewakaf pada quran bagi memudahkan pembaca mendoakan pewakaf.

Quran wakaf akan ditempatkan di Masjid dan surau-surau kolej dan fakulti UiTM Shah Alam dan akan digunakan sewaktu Tadarus Al-Quran dalam program Ihya Ramadhan kelak serta program islamik akan datang.


Pembukaan booth di Kolej Mawar, UiTM Shah Alam

Wednesday, February 15, 2012

Basuh jiwa..


Allah Engkau dekat
Penuh kasih sayang
Takkan pernah Engkau
Biarkan hamba-Mu menangis
Kerna kemurahan-Mu
Kerna kasih sayang-Mu

Hanya bila diri-Mu

Ingin nyatakan cinta
Pada jiwa jiwa yang rela
Dia kekasih-Mu
Kau yang selalu terjaga
Yang memberi segala

Allah Rahman Allah Rahim
Allahu Ya Ghafar Ya Nurul Qolbi
Allah Rahman Allah Rahim
Allahu Ya Ghafar Ya Nurul Qolbi

Di setiap nafas di segala waktu
Semua bersujud memuji memuja asma-Mu
Kau yang selalu terjaga
Yang memberi segala

Setiap makhluk bergantung pada-Mu
Dan bersujud semesta untuk-Mu
Setiap wajah mendamba cinta-Mu cahaya-Mu

Bersabarlah duhai hati, basuhlah jiwa, jernihkanlah kalbu..
Hanya padaMU tempatku mengadu
Allah, Engkau cukup bagiku lebih dari yang lain..


Wednesday, November 10, 2010

Cinta


Ya Allah...hinanya diriku...aku merindukan manusia melebihi rinduku pada-Mu...aku mencintai manusia melebihi cintaku kepadaMu...ampunkan aku Ya Allah...sesungguhnya kasih sayang dan cinta itu adalah nikmatMu yang sangat besar anugerahnya....


Let me Love you Ya Rahim.

Tuesday, November 2, 2010

Ketulusan Hati

Cintaku tak berdusta
Tak mengenal ingkar
Tak kenal nestapa
Cintaku hanya indah
Hanya bahagia untuk selamanya
Apa yang kurasakan ini
Persembahan untuk dirimu
Kau biarkan kasihku

Mencintaimu tak mengenal waktu
Tak mengenal puitis
hanya tulusnya hati
mencintaimu tak mengenal ragu
keyakinan hatiku hanya untuk dirimu selalu

Cintaku tak berdusta
Tak mengenal ingkar
Tak kenal nestapa
Tak ada seribu janji
Hanya bahagia untu selamanya
Apa yang kurasakan ini
Persembahan untuk dirimu
Kau benarkan kasihku
Mencintaimu tak mengenal waktu
Tak mengenal puitis hanya tulusnya hati
Mencintaimu tak mengenal ragu
Keyakinan hatiku hanya untuk dirimu selalu

Apa yang kurasakan ini
Persembahan untuk dirimu
Kau dengarkan kasihku

oooo

Mencintaimu tak mengenal waktu
Tak mengenal puitis hanya tulusnya hati
Mencintaimu tak mengenal ragu
Keyakinan hatiku hanya untuk dirimu selalu

Friday, October 8, 2010

99 Nama-nama Allah



Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sampaikanlah pesanKu biarpun satu ayat..."

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi s.a.w bersabda:
"Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, iaitu 100 kurang satu. Siapa yang menghafalnya akan masuk syurga." Sahih Bukhari.

1. Allah
2. Ar-Rahman - Maha Pemurah
3. Ar-Rahim - Maha Penyayang
4. Al-Malik - Maha Merajai/Pemerintah
5. Al-Quddus - Maha Suci
6. As-Salam - Maha Penyelamat
7. Al-Mu'min - Maha Pengaman
8. Al-Muhaymin - Maha Pelindung/Penjaga
9. Al-^Aziz - Maha Mulia/Perkasa
10. Al-Jabbar - Maha Pemaksa
11. Al-Mutakabbir - Maha Besar
12. Al-Khaliq - Maha Pencipta
13. Al-Bari' - Maha Perancang
14. Al-Musawwir - Maha Menjadikan Rupa Bentuk
15. Al-Ghaffar - Maha Pengampun
16. Al-Qahhar - Maha Menundukkan
17. Al-Wahhab - Maha Pemberi
18. Ar-Razzaq - Maha Pemberi Rezeki
19. Al-Fattah - Maha Pembuka
20. Al-^Alim - Maha Mengetahui
21. Al-Qabid - Maha Penyempit Hidup
22. Al-Basit - Maha Pelapang Hidup
23. Al-Khafid - Maha Penghina
24. Ar-Rafi^ - Maha Tinggi
25. Al-Mu^iz - Maha Pemberi Kemuliaan/Kemenangan
26. Al-Muthil - Maha Merendahkan
27. As-Sami^ - Maha Mendengar
28. Al-Basir - Maha Melihat
29. Al-Hakam - Ma! ha Menghukum
30. Al-^Adl - Maha Adil
31. Al-Latif - Maha Halusi
32. Al-Khabir - Maha Waspada
33. Al-Halim - Maha Penyantun
34. Al-^Azim - Maha Agong
35. Al-Ghafur - Maha Pengampun
36. Ash-Shakur - Maha Pengampun
37. Al-^Aliyy - Maha Tinggi Martabat-Nya
38. Al-Kabir - Maha Besar
39. Al-Hafiz - Maha Pelindung
40. Al-Muqit - Maha Pemberi Keperluan
41. Al-Hasib - Maha Mencukupi
42. Aj-Jalil - Maha Luhur
43. Al-Karim - Maha Mulia
44. Ar-Raqib - Maha Pengawas
45. Al-Mujib - Maha Mengabulkan
46. Al-Wasi^ - Maha Luas Pemberian-Nya
47. Al-Hakim - Maha Bijaksana
48. Al-Wadud - Maha Pencinta
49. Al-Majid - Maha Mulia
50. Al-Ba^ith - Maha Membangkitkan
51. Ash-Shahid - Maha Menyaksikan
52. Al-Haqq - Maha Benar
53. Al-Wakil - Maha Berserah
54. Al-Qawiyy - Maha Memiliki Kekuatan
55. Al-Matin - Maha Sempurna Kekuatan-Nya
56. Al-Waliyy - Maha Melinuingi
57. Al-Hamid - Maha Terpuji
58. Al-Muhsi - Maha Menghitung
59. Al-Mubdi' - Maha Memulai/Pemula
60. Al-Mu^id - Maha Mengembalikan
61. Al-Muhyi - Maha Menghidupkan
62. Al-Mumit - Maha Mematikan
63. Al-Hayy - Maha Hidup
64. Al-Qayyum - Maha Berdiri Dengan Sendiri-Nya
65. Al-Wajid - Maha Menemukan
66. Al-Majid - Maha Mulia
67. Al-Wahid - Maha Esa
68. As-Samad - Maha Diminta
69. Al-Qadir - Maha Kuasa
70. Al-Muqtadir - Maha Menentukan
71. Al-Muqaddim - Maha Mendahulukan
72. Al-Mu'akhkhir - Maha Melambat-lambatkan
73. Al-'Awwal - Maha Pemulaan
74. Al-'Akhir - Maha Penghabisan
75. Az-Zahir - Maha Menyatakan
76. Al-Batin - Maha Tersembunyi
77. Al-Wali - Maha Menguasai Urusan
78. Al-Muta^ali - Maha Suci/Tinggi
79. Al-Barr - Maha Bagus (Sumber Segala Kelebihan)
80. At-Tawwab - Maha Penerima Taubat
81. Al-Muntaqim - Maha Penyiksa
82. Al-^Afuww - Maha Pemaaf
83. Ar-Ra'uf - Maha Mengasihi
84. Malik Al-Mulk - Maha Pemilik Kekuasaan
85. Thul-Jalali wal-Ikra! m - Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit - Maha Mengadili
87. Aj-Jami^ - Maha Mengumpulkan
88. Al-Ghaniyy - Maha Kaya Raya
89. Al-Mughni - Maha Penberi Kekayaan
90. Al-Mani^ - Maha Membela/Menolak
91. Ad-Darr - Maha Pembuat Bahaya
92. An-Nafi^ - Maha Pemberi Manfaat
93. An-Nur - Maha Pemberi Cahaya
94. Al-Hadi - Maha Pemberi Petunjuk
95. Al-Badi^ - Maha Indah/Tiada Bandingan
96. Al-Baqi - Maha Kekal
97. Al-Warith - Maha Membahagi/Mewarisi
98. Ar-Rashid - Maha Pandai/Bijaksana
99. As-Sabur - Maha Penyabar

KAU MAHA BERKUASA

Lyrics: Open your eyes

Look around yourself
Can't you see this wonder spreadin' in front of you?
The clouds r' floating by
The skies r' clear and blue
Planets in the orbits n' moon n' the sun
Such perfect harmony
Let's start questioning ourselves
Isn't this proof enough for us?
Or is it lyin' to push it all aside?

No! We just have to open our eyes, our hearts n' minds
If we just look right to see the signs
We can't keep hiding from the truth
And let it take us by surprise
Take us in the best way
Allah
Guide us every single day
Allah
Keep us close to you
Until the end of time

Look inside yourself such perfect
All that hiding in your cells, running in your veins
What about anger, love and pain
And other things you're free to make
And you touch them with your hand
So are they really there?!
Let's start questionin' ourselves
Isn't this proof enough for us?
Or is it lyin' to push it all aside

No! We just have to open our eyes, our hearts n' minds
If we just look right to see the signs
We can't keep hiding from the truth
And let it take us by surprise
Take us in the best way
Allah
Guide us every single day
Allah
Keep us close to you
Until the end of time

When our baby is born full, healthless n' weak
N' you're watching it growing
Why deny what's in front of your eyes
The biggest miracle of life

We just have to open our eyes, our hearts n' minds
If we just look right to see the signs
We can't keep hiding from the truth
And let it take us by surprise
Take us in the best way
Allah
Guide us every single day
Allah
Keep us close to you
Until the end of time

Open your eyes, your hearts n' minds
If we just look right to see the signs
We can't keep hiding from the truth
And let it take us by surprise
Take us in the best way
Allah
Guide us every single day
Allah
Keep us close to you
Until the end of time

You created everything we belong to you
Ya Rabi raise our heads forever
We thank you
Alhamdulelah

Saturday, September 11, 2010

From deep inside my heart, I Really Love You!


Salam kasih sayang penuh kecintaan atas namamu Ya Allah Ya Rahman..

Cinta Allah itu Fikrah Hati
Bukankah setiap hati inginkan kasih sayang, keadilan, kekayaan, keindahan dan lain2 sifat mulia, baik dan sempurna dalam hidup ini? Ya, tiada seorang manusia pun yang inginkan kebaikan, kemuliaan dan kesempurnaan. Ketika dilanda kemiskinan, manusia inginkan kekayaan. Ketika dipinggirkan, kita inginkan kasih sayang. Ketika dizalimi, kita inginkan keadilan. Sedarkah kita ketika kita menginginkan semua itu, kita sebenarnya mencintai Allah? Mengapa? Ini adalah kerana Allah sahaja yang memiliki segala-galanya yang diingini oleh kita itu.
Bukankah Allah itu Al-Ghani, memiliki kekayaan yang diinginkan oleh orang miskin? Allah itu Ar-Rahman, yang mempunyai kasih sayang yang diidamkan oleh mereka yang terpinggir. Allah itu Al-Adl yang mampu memberi keadilan yang didambakan oleh orang yang tertindas. Itulah nama-nama Allah yang sinonim dengan sifat2NYA. Allah mempunyai nama2 yang baik (Asma' al-Husna) yang menggambarkan keindahana, keadilan, kasih sayang dan segala sifat kesempurnaanNYA.

Begitulah sebahagian petikan yang terdapat dalam majalah solusi edisi ke 23 ini. Penuh bermakna, penuh tersentuh dengan kebesaran ALLAH! Subahanallah.. Ternyata semua sifat2 itu DIA yang punya. Manusia hanya menzahirkan segala sifatnya sahaja. Sehingga kita alpa menilai sifat itu datangnya dari ALLAH bukan dari susuk tubuh manusia itu sendiri. Makanya, jika kita mencintai dan dicintai Allah, kita akan memperolehi segala-galanya. MasyaAllah! Agung sungguh sifatMU. Pernah dahulu menghadiri kuliah agama, khusus tajuknya Asma' al-Husna. Memberitahu bahawa setiap nama ALLAH itu ada kelebihanya sendiri jika diamalkan dengan penuh keyakinan yang tinggi dan tanpa berbelah bahagi. InsyaAllah..

Sahabat2, meskipun kita bersendirian, meskipun diuji dengan kesibukan, diuji dengan kesenangan, diuji dengan kepayahan dan kesusahan, janganlah sekali2 kita menjauh dengan ALLAH. DIA maha mendengar dan maha mengetahui. Maka, mengadulah padaNYA. "Pernah malaikat berjumpa ALLAH mengatakan bahawa insan ini telah meminta pertolongan dariMU berkali2. Perkenankanlah. Namun ALLAH mengatakan, biarkan insan ini terus2an meminta dariKU. Kerana AKU rindu untuk mendengar keluh tangisannya.." ALLAH sedikit pun tidak rugi jika kita meminta dariNYA. Namun kitalah yang rugi jika tidak meminta dariNYA. DIAlah yang menentukan takdir kalian. Maka, seharusnya hanya pada DIA sahajalah yang layak diadukan masalah..

Sahabat2 yang saya kasihi dan cintai lillah, kerana cinta yang hakiki inilah terjalinnya ukhuwwah sesama kita. Tidak dinafikan, kasih sayang antara manusia itu berbahagi2 dan mungkin berat sebelah. Namun hakikatnya, cinta ALLAH itu sama rata. Kitalah yang menentukan tahap kecintaan kita pada ALLAH. Pepatah Inggeris menyatakan, "What you give, you get back." Maka, serahkanlah sepenuh jiwa raga kita padaNYA. Biarkan DIA sahaja yang menilai tahap cinta kita dan membalasnya setimpal dengan apa yang telah kita seberikan. Jika sedikit yang diberi, maka sedikitlah yang kita perolehi. Jika banyak yang diberi, maka banyaklah yang akan diperolehi. Setiap yang mencari cintaNYA sahaja yang nampak dan merasai kemanisan bercinta dengan Tuhan yang Maha Agung ini..

Kini, diri ini terasa ingin sekali
mencintai dan dicintai oleh MU Ya Rahman. Maka, kurniakanlah cinta agungMU itu agar diri ini terasa tenang berasa disampingMu, beribadat kepadaMU, berjihad untuk agamaMU, berkasih sayang dengan redhaMU dan mencintai apa yang dicintaiMU. ALLAHUAKBAR! Indah sungguh perasaan itu Ya Rahman. Diri ini tidak sesekali ingin menyia2kannya..

*Syukran dan credit untuk team Solusi atas tajuk yang penuh membina diri. Semoga manusia yang lainnya juga menerima hidayah, Taufiq dan rahmatnya menerusi majalah ini. InsyaAllah..

Tuesday, June 15, 2010

Kelebihan Bulan Rejab

Sabda Nabi s.a.w.: Hendaklah kamu memuliakan bulan Rejab,nescaya Allah muliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari kiamat.

Sabda Nabi s.a.w.:
Bulan Rejab Bulan Allah, Bulan Sya'aban bulanku & bulan Ramadhan bulan umatku.

Kemuliaan Rejab dengan malam ISRAK MIKRAJnya, Sya'aban dengan malam NISFUnya Ramadhan dengan LAILATUL-QADARnya.

Malam awal Rejab mustajab do'anya.(Dalam Kitab Raudhoh Iman Nawawi)

* Puasa sehari pada bulan Rejab mendapat syurga tertinggi (Firdaus).

* Puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.

* Puasa tiga hari pada bulan Rejab dijadikan parit yang panjang, yang menghalangkan dia keneraka (panjangnya setahun perjalanan).

* Puasa empat hari pada bulan Rejab diafiatkan daripada bala dan daripada penyakit yang besar-besar dan daripada fitnah Dajal di hari kiamat.

* Puasa lima hari pada bulan Rejab, aman daripada azab kubur.

* Puasa enam hari pada bulan Rejab, keluar kubur bercahaya muka.

* Puasa tujuh hari pada bulan Rejab, ditutup daripada tujuh pintu neraka.

* Puasa lapan hari pada bulan Rejab, dibuka baginya lapan pintu syurga.

* Puasa sembilan hari pada bulan Rejab keluar dari kuburnya lalu, MENGUCAP DUA KALIMAH SHAHADAH tidak ditolak dia masuk syurga.

* Puasa 10 hari pada bulan Rejab Allah jadikan baginya hamparan perhentian di Titi Sirotolmustaqim pada tiap-tiap satu batu di hari kiamat.

* Puasa 16 belas hari pada bulan Rejab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga dan orang yang pertama menziarahi Allah di dalam syurga.

* Puasa 19 belas hari pada bulan Rejab, dibina baginya sebuah mahligai di hadapan mahligai Nabi Allah Ibrahim a.s dan Nabi Allah Adam a.s.

* Puasa 20 hari pada bulan Rejab, diampunkan segala dosanya yang telah lalu. Maka mulailah beramal barang yang tinggi daripada umurnya (pembaharuan umur).

Berkata Saidina Ali:

* Puasa Rejab 13 hari seperti puasa tiga ribu tahun.
* Puasa Rejab 14 hari seperti puasa sepuluh ribu tahun.
* Puasa Rejab 15 hari seperti puasa seratus ribu tahun.

Kelebihan bulan Rejab dari segala bulan seperti kelebihan Qur'an atas segala Qalam.

Puasa sehari pada bulan Rejab seperti puasa empat puluh tahun dan diberi minum air dari Syurga.

Puasa 10 hari pada bulan Rejab dijadikan dua sayap, terbang seperti kilat di atas Titi Sirotalmustaqim di hari kiamat.

Puasa sehari pada bulan Rejab seperti mengerjakan ibadat seumurnya.

Puasa pada awal Rejab, pertengahannya dan akhirnya seperti puasa sebulan pahalanya.

Bulan Rejab Syahrullah (Bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada Allah. Puasa Bulan Rejab wajib baginya:

* Diampunkan dosanya yang lalu.
* Dipeliharakan Allah umurnya yang tinggal.
* Terlepas dari dahaga di hari kiamat.

Orang yang lemah dari berpuasa pada bulan Rejab hendaklah bersedekah tiap-tiap hari sekurang-kurangnya sebiji roti. Sasiapa bersedekah pada bulan Rejab seperti sedekah seribu dinar, dituliskan kepadanya tiap sehelai bulu ruma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu darjat, dihapus seribu kejahatan.

Tiap sehari puasanya pada bulan Rejab dan sedekahnya pada bulan Rejab seperti ibadat seribu Haji dan Umrah. Dibina mahligai seribu bilik dan seribu bidadari, lebih cantik daripada atahari seribu kali.

Bulan Rejab bulan Allah. Bersedekah pada bulan Rejab dijauhkan Allah daripada api neraka kerana kemuliaan bulan Rejab, Bulan Allah. Allah jadikan di belakang bukit Jabal Qar bumi, yang putih yang penuh dengan Malaikat dengan panji-panji berhimpun pada tiap malam Rejab meminta ampun oleh mereka kepada Umat Muhammad.

Allah menjawap: Telah aku ampunkan mereka! Barangsiapa meminta ampun (bersitighfar) kepada Allah pagi dan petang 70 kali atau 100 kali, pada bulan Rejab di haramkan tubuhnya daripada api neraka.

Sesiapa berpuasa sebulan pada bulan Rejab, Allah berseru kepadanya:
"Telah wajib hakmu atasKu, maka mintalah olehmu kepadaKu. Demi ketinggian Ku dankebesaranKu, tidak Aku tolakkan hajatmu. Engkau adalah jiranKu dibawah `arasyKu, engkau kekasihKu daripada segala makhlukKu, engkau terlebih mulia atasKu. Sukakanlah kamu, tiada dinding antaraKu dan antarakau". (dari kitab Raudatul Ifkar)

Puasa pada 27 bulan Rejab seperti berpuasa enam puluh bulan pahalanya. Jika disertai dengan sedekah seperti puasa seribu tahun, kerana kebesaran hari ISRAK-MIKRAJ.

Siapa melapangkan kekeruhan, kesusahan, kesempitan orang mukmin pada bulan Rejab dikurniakan Allah kepadanya Mahligai yang besar di dalam syurga Firdaus.

Siapa berpuasa tiga hari pada bulan Rejab dan beribadat pada malamnya(berjaga), seperti dia berpuasa tiga ribu tahun.

Diampunkan baginya 70 dosa-dosa besar tiap-tiap hari, ditunaikan 70 hajat ketika keluar nyawanya daripada jasadnya, 70 hajatnya di dalam kuburnya, 70 hajat ketika terbang suhuf (ketika Qur'an dinaik ketika berlalu di Titi Sirotalmustaqim.

Rejab ertinya ta'zim (kebesaran, keagungan, kemuliaan). (Rahmat, pemurah, kebajikan). Kerana kebesaran, keagungan dan kemuliaan bulan Rejab itu maka Allah limpahkan rahmatNya, kemurahanNya dan terhadap hamba-hambaNya yang beriman dan beramal solih pada bulan Rejab, dengan berpuasa pada siangnya dan beribadat pada malamnya.

Demikianlah peri keistimewaannya keagungan bulan Rejab itu yang dinamakan dengan BULAN ALLAH.

REJAB bulan menabur benih.
SYA'ABAN bulan menyiram tanaman.
RAMADHAN bulan menuai.

REJAB menyucikan badannya.
SYA'ABAN menyucikan hatinya.
RAMADHAN menyucikan rohnya.

REJAB bulan taubat.
SYA'ABAN bulan muhibbah.
RAMADHAN dilimpahi pahala amalan.


Sabda Rasulullah saw lagi : “Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril A.S “Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini?”

Maka berkata Jibrilb as “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca selawat untuk engkau dibulan Rejab ini.”

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :”Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah saw ke sebuah kubur, lalu Rasulullah saw berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH swt. Lalu saya bertanya kepada beliau “Ya Rasulullah, mengapakah engkau menangis?” Lalu beliau bersabda “Wahai Tsauban, mereka itu sedang diseksa dalam kuburnya dan saya berdoa kepada ALLAH swt, lalu ALLAH swt meringankan atas mereka.”

Sabda beliau lagi “Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mahu berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rejab nescaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur.” Tsauban bertanya “Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rejab sudah dapat mengelakkan dari seksa kubur?”

Sabda beliau “Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan solat malam sekali dalam bulan Rejab dengan niat karena ALLAH swt, kecuali ALLAH swt mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan solat malam satu tahun.”

SESUNGGUH NYA KEJAYAAN KITA DUNIA DAN AKHIRAT BERGANTUNG SEJAUH MANA KITA DAPAT MENTAATI PERINTAH ALLAH S.W.T DAN MENGIKUT JEJAK LANGKAH YANG DITUNJUKI OLEH BAGINDA RASUL S.A.W.

WASSALLAM.

JOM GEMPUR IBADAH!

Wednesday, June 9, 2010

Qunut Nazilah

BACAAN QUNUT NAZILAH

Bacaan Qunut Nazilah


Ya Allah,
Sesungguhnya kami meletakkan-Mu di batang-batang leher musuh2 kami
Dan kami berlindung dengan-Mu daripada kejahatan2 mereka
Ya Allah,
Leburkanlah kumpulan2 mereka
Pecah belahkan dan kacau bilaukan persatuan mereka
Goncangkan pendirian mereka
Dan hantarkanlah anjing2 kamu kepada mereka
Wahai tuhan yang gagah perkasa Wahai tuhan yang penuh raksasa
Wahai tuhan yang bersifat murka
Ya allah Ya allah Ya allah Ya allah,
Wahai tuhan yang menurunkan kitab,
Wahai tuhan yang mengarakkan awan
Wahai tuhan yang menewaskan bala tentera al-ahzab
Kalahkan mereka Kalahkan mereka
Kalahkan mereka Dan menangkan kami ke atas mereka.


















FREE PALESTINE!!

Tuesday, June 1, 2010

Discover Islam

alwahy : The World Largest Muslim Social Media
(Including Groups, Forums, Blogs and Searh Engine)

What is Islam?

The word “Islam” is an Arabic word that means “submitting and surrendering your will to Almighty God”. The word comes from the same root as the Arabic word “salam”, which means to achieve peace – with God, within oneself and peace with the creations of God through willingly submission to God and accepting His guidance

Unlike the names used for other religions, such as Buddhism, Hinduism and Christianity, the name for the religion of Islam was both revealed by God and carries a deep spiritual meaning – only by submitting one’s will to Almighty God can one obtain true peace both in this life and in the life hereafter.

Islam teaches that all religions originally had the same essential message – which was to submit whole-heartedly to the will of God and to worship Him and Him alone. For this reason, Islam is not a new religion but is the same divinely revealed Ultimate Truth that God revealed to all prophets, including Noah, Abraham, Moses and Jesus.

Who are Muslims?

The Arabic word “Muslim” literally means “someone who submits to the will of God”.

The message of Islam is meant for the entire world and anyone who accepts this message becomes a Muslim.

Some people mistakenly believe that Islam is just a religion for Arabs, but nothing could be further from the truth, since in actuality over 80% of the world’s Muslims are not Arabs! Even though most Arabs are Muslims, there are Arabs who are Christians, Jews and atheists.

If one just takes a look at the various peoples who live in the Muslim World – from Nigeria to Bosnia and from Morocco to Indonesia – it is easy enough to see that Muslims come from all different races, ethnic groups and nationalities.

From the very beginning, Islam had a universal message for all people. This can be seen in the fact that some of the early companions of the Prophet Muhammad were not only Arabs, but also Persians, Africans and Byzantine Romans. Being a Muslim entails complete acceptance and active obedience to the revealed will of Almighty God.

A Muslim is a person who freely accepts to base his beliefs, values and faith on the will of Almighty God. In the past, even though you don’t see it as much today, the word “Mohammedans” was often used as a label for Muslims. This label is a misnomer and is the result of either wilful distortion or sheer ignorance. One of the reasons for the misconception is that Europeans were taught for centuries that Muslims worshipped the Prophet Muhammad in the same way that Christians worship Jesus. This is absolutely not true since a Muslim is not permitted to worship anyone or anything besides Almighty God.

Who is Allah?

Very often one will hear the Arabic word “Allah” being used in regards to Islam.

The word “Allah” is simply the Arabic word for Almighty God, and is the same word used by Arabic speaking Christians and Jews.

If one were to pick up an Arabic translation of the Bible, one would see the word “Allah” being use where the word “God” is used in English. Actually, the Arabic word for Almighty God, “Allah”, is quite similar to the word for God in other Semitic languages – for example, the Hebrew word for God is “Elah”.

For various reasons, some non-Muslims mistakenly believe that Muslims worship a different God than Jews and Christians. This is certainly not the case, since the Pure Monotheism of Islam calls all people to the worship of the God of Noah, Abraham, Moses, Jesus and all of the other prophets. However, even though Jews, Christians and Muslims worship the same God -since there is only one God – their concepts concerning Him differ in some significant ways.

Who is Mohammad?

The last and final prophet that God sent to humanity was the Prophet Muhammad.

Muhammad explained, interpreted and lived the teachings of Islam.

The Prophet Muhammad is the greatest of all prophets for many reasons, but mainly because the results of his mission have brought more people into the pure belief in One God than any other prophet.

Even though other religious communities claimed to believe in One God, over time they had corrupted their beliefs by taking their prophets and saints as intercessors with Almighty God.

Some religions believe their prophets to be manifestations of God, “God Incarnate” or the “Son of God”. All of these false ideas lead to the creature being worshipped instead of the Creator, which contributed to the idolatrous practice of believing that Almighty God can be approached through intermediaries. In order to guard against these falsehoods, the Prophet Muhammad always emphasised that he was only a human-being tasked with the preaching of God’s message. He taught Muslims to refer to him as “the Messenger of God and His Slave”.

To Muslims, Muhammad is the supreme example for all people – he was the exemplary prophet, statesman, military leader, ruler, teacher, neighbour, husband, father and friend. Unlike other prophets and messengers, the Prophet Muhammad lived in the full light of history. Muslims don’t need to have “faith” that he existed and that his teachings are preserved – they know it to be a fact. Even when his followers only numbered a few dozen, Almighty God informed Muhammad that he had be sent as a mercy to all of mankind. Because people had distorted or forgotten God’s messages, God took it upon Himself to protect the message revealed to Muhammad. This was because Almighty God promised not to send another messenger after him.

Since all of God’s messengers have preached the message of Islam – i.e. submission to the will of God and the worship of God alone – Muhammad is actually the last prophet of Islam, not the first.

What is the Belief?

The foundation of the Islamic faith is belief in the Unity of God.

This means to believe that there is only one Creator and Sustainer of everything in the Universe, and that nothing is divine or worthy of being worshipped except for Him.

Truly believing in the Unity of God means much more than simply believing that there is “One God” – as opposed to two, three or four.

There are a number of religions that claim belief in “One God” and believe that ultimately there is only one Creator and Sustainer of the Universe. Islam, however, not only insists on this, but also rejects using such words as “Lord” and “Saviour” for anyone besides Almighty God. Islam also rejects the use of all intermediaries between God and Man, and insists that people approach God directly and reserve all worship for Him alone. Muslims believe that Almighty God is Compassionate, Loving and Merciful.

The essence of falsehood is the claim that God cannot deal with and forgive His creatures directly. By over-emphasising the burden of sin, as well as claiming that God cannot forgive you directly, false religions seek to get people to despair of the Mercy of God. Once they are convinced that they cannot approach God directly, people can be mislead into turning to false gods for help. These “false gods” can take various forms, such as saints, angels, or someone who is believed to be the “Son of God” or “God Incarnate”. In almost all cases, people who worship, pray to or seek help from a false god don’t consider it to be, or call it, a “god”. They claim belief in One Supreme God, but claim that they pray to and worship others beside God only to get closer to Him. In Islam, there is a clear distinction between the Creator and the created. There is no ambiguity in divinity – anything that is created is not deserving of worship and only the Creator is worthy of being worshipped. Some religions falsely believe that God has become part of His creation, and this has led people to believe that they can worship something created in order to reach their Creator.

Muslims believe that even though God is Unique and beyond comprehension – He has no “Son”, partners or associates. According to Muslim belief, Almighty God “does not beget nor was He begotten” – neither literally, allegorically, metaphorically, physically or metaphysically – He is Absolutely Unique and Eternal. He is in control of everything and is perfectly capable of bestowing His infinite Mercy and Forgiveness to whomever He chooses. That is why is called the All-Powerful and Most-Merciful. Almighty God has created the Universe for man, and as such wants the best for all human beings. Muslims see everything in the Universe as a sign of the Creatorship and Benevolence of Almighty God. Also, the belief in the Unity of God is not merely a metaphysical concept. It is a dynamic belief that effects ones view of humanity, society and all aspects of life. As a logical corollary to the Islamic belief in the Oneness of God, is its belief in the oneness of mankind and humanity.

Misconceptions

Islam is a widely-misunderstood religion. Those who are unfamiliar with the faith often have misunderstandings about its teachings and practices. Common misconceptions include that Muslims worship a moon-god, that Islam is oppressive against women, or that Islam is a faith that promotes violence. Here we bust these myths and expose the true teachings of Islam.

Muslims worship a moon-god

Some non-Muslims mistakenly believe that Allah is an “Arab god,” a “moon god,” or some sort of idol. Allah is the proper name of the One True God, in the Arabic language. The most fundamental belief that a Muslim has is that “There is only One God,” the Creator, the Sustainer — known in the Arabic language and by Muslims as Allah. Arabic-speaking Christians use the same word for the Almighty.

Muslims don’t believe in Jesus

In the Qur’an, stories about the life and teachings of Jesus Christ (called ‘Isa in Arabic) are abundant. The Qur’an recalls his miraculous birth, his teachings, and the miracles he performed by God’s permission. There is even a chapter of the Qur’an named after his mother, Mary (Miriam in Arabic). However, Muslims believe that Jesus was a fully human prophet and not in any way divine himself.

Islam oppresses women

Most of the ill-treatment that women receive in the Muslim world is based on local culture and traditions, without any basis in the faith of Islam. In fact, practices such as forced marriage, spousal abuse, and restricted movement directly contradict Islamic law governing family behavior and personal freedom.

Muslims are violent, terrorist extremists

Terrorism cannot be justified under any valid interpretation of the Islamic faith. The entire Qur’an, taken as a complete text, gives a message of hope, faith, and peace to a faith community of one billion people. The overwhelming message is that peace is to be found through faith in God, and justice among fellow human beings. Muslim leaders and scholars do speak out against terrorism in all its forms, and offer explanations of misinterpreted or twisted teachings.


This article was taken with slight spelling modifications from the Internet presence of Masjid al-Tawhid, London. You can check it here.